Perbedaan SEO On-Page, Off-Page, dan Technical SEO
Saat mulai belajar SEO, Anda akan sering menemukan tiga istilah: SEO On-Page, SEO Off-Page, dan Technical SEO. Ketiganya sama-sama bertujuan membantu meningkatkan kualitas dan visibilitas website di mesin pencari, tetapi mempunyai fokus optimasi yang berbeda.
Secara sederhana, SEO On-Page berfokus
pada isi dan elemen di dalam halaman, SEO Off-Page berhubungan dengan sinyal
serta aktivitas di luar website, sedangkan Technical SEO berfokus pada fondasi
teknis agar website dapat dirayapi, dipahami, dan diindeks dengan baik oleh mesin
pencari.
Ketiganya bukan strategi yang harus
dipilih salah satu.
Website dapat memiliki konten yang sangat
bagus, tetapi potensinya terhambat jika halaman sulit dirayapi. Website juga
dapat memiliki kondisi teknis yang sehat, tetapi sulit berkembang jika
kontennya tidak sesuai dengan apa yang dicari pengguna.
Karena itu, bagi pemilik website yang
ingin belajar SEO, memahami perbedaan ketiganya merupakan fondasi penting
sebelum masuk ke teknik optimasi yang lebih dalam.
Apa Itu SEO?
Search Engine Optimization atau SEO adalah proses meningkatkan
kualitas dan visibilitas website agar lebih mudah ditemukan melalui hasil
pencarian organik untuk pencarian yang relevan.
SEO
bukan hanya soal memasukkan keyword ke dalam artikel.
Ada
banyak bagian website yang perlu bekerja bersama.
Mesin
pencari perlu dapat menemukan halaman.
Isi
halaman perlu dapat dipahami.
Konten
harus relevan dengan kebutuhan pengguna.
Struktur
website perlu jelas.
Dan
website juga dapat memperoleh sinyal dari halaman atau website lain di
internet.
Untuk
mempermudah pembelajaran, berbagai aktivitas tersebut sering dikelompokkan
menjadi tiga area besar:
1.
SEO On-Page.
2.
SEO Off-Page.
3.
Technical SEO.
Mari memahami masing-masing.
Apa Itu SEO On-Page?
SEO On-Page adalah proses mengoptimalkan konten dan berbagai elemen
di dalam halaman agar relevan dengan kebutuhan pengguna serta mudah dipahami
mesin pencari.
Ini adalah bagian SEO yang paling sering bersentuhan langsung dengan
konten.
Beberapa contoh optimasi SEO On-Page adalah:
·
memahami search intent,
·
menentukan keyword,
·
membuat konten berkualitas,
·
mengoptimalkan title,
·
membuat meta description,
·
menggunakan heading,
·
membuat URL deskriptif,
·
mengoptimalkan gambar,
·
membuat internal linking.
Misalnya Anda mempunyai artikel dengan target keyword:
“cara membuat website bisnis”
Optimasi On-Page dimulai dari memahami apa yang sebenarnya ingin
ditemukan pengguna melalui pencarian tersebut.
Apakah mereka membutuhkan tutorial?
Checklist?
Rekomendasi platform?
Informasi biaya?
Setelah intent dipahami, konten dapat disusun untuk memberikan
jawaban yang sesuai.
Knowledge base SEO Content Writing Guide menekankan bahwa konten SEO
sebaiknya dibuat untuk pengguna terlebih dahulu, kemudian keyword ditempatkan
secara strategis dan natural tanpa mengganggu readability.
Contoh SEO On-Page
Bayangkan
BoneStudio.net mempunyai artikel:
Apa Itu SEO
On-Page? Panduan Dasar untuk Pemilik Website
Beberapa optimasinya
dapat berupa:
Title: menjelaskan topik dengan jelas.
H1: menggunakan topik utama secara natural.
Opening: langsung menjawab apa itu SEO On-Page.
H2 dan H3: membagi pembahasan secara logis.
Internal link: mengarahkan pembaca menuju artikel Technical SEO dan SEO Off-Page.
URL: menggunakan struktur singkat dan deskriptif.
Semua optimasi
tersebut dilakukan pada halaman itu sendiri.
Karena itulah disebut
On-Page.
Apa Itu SEO Off-Page?
Jika On-Page berfokus pada halaman website sendiri, SEO Off-Page
adalah aktivitas dan sinyal di luar website yang berkaitan dengan pembangunan
reputasi, authority, exposure, dan hubungan website dengan bagian lain di
internet.
Backlink menjadi salah satu topik yang paling sering dibahas dalam
SEO Off-Page.
Backlink adalah link dari website lain menuju website Anda.
Misalnya sebuah website digital marketing menerbitkan artikel
tentang pembuatan website, kemudian memberikan link menuju panduan di
BoneStudio.net sebagai referensi.
BoneStudio.net mendapatkan backlink dari website tersebut.
Namun Off-Page SEO tidak sebaiknya dipahami sebagai kegiatan
mengumpulkan backlink sebanyak mungkin.
Kualitas, relevansi, konteks, dan bagaimana sebuah link diperoleh
juga penting.
Knowledge base Moz membedakan natural editorial link dengan link
non-editorial yang dibuat sendiri. Link editorial muncul ketika website lain
memang memilih untuk mereferensikan sebuah halaman atau bisnis.
Contoh Aktivitas SEO
Off-Page
Aktivitas
Off-Page dapat meliputi:
·
link building,
·
mendapatkan editorial backlink,
·
outreach,
·
guest posting yang relevan,
·
digital PR,
·
brand mention,
·
membangun hubungan dengan
publisher,
·
membuat linkable asset,
·
partnership yang menghasilkan
exposure.
Misalnya
Bone Studio membuat laporan original mengenai tren desain website bisnis.
Data
tersebut kemudian dikutip oleh beberapa blog teknologi dan marketing.
Jika mereka
memberikan link menuju laporan original, Bone Studio mendapatkan backlink
sekaligus exposure.
Ini
merupakan contoh bagaimana content marketing dan Off-Page SEO dapat saling
mendukung.
Apa Itu Technical SEO?
Technical SEO adalah proses mengoptimalkan aspek teknis website agar
mesin pencari dapat mengakses, merayapi, memahami, dan mengindeks halaman
secara efisien.
Technical SEO tidak terutama membahas apakah paragraf artikel sudah
bagus atau apakah website mempunyai backlink.
Fokusnya berada pada fondasi teknis.
Beberapa area yang biasanya berkaitan dengan Technical SEO antara
lain:
·
crawling,
·
indexing,
·
XML sitemap,
·
robots.txt,
·
canonical,
·
HTTPS,
·
redirect,
·
status code,
·
struktur website,
·
mobile usability,
·
performa halaman,
·
duplicate content dari sisi
teknis,
·
structured data jika relevan.
Misalnya Anda mempunyai artikel berkualitas tinggi.
Namun secara tidak sengaja halaman tersebut menggunakan konfigurasi
yang mencegah indexing.
Mesin pencari mungkin tidak dapat memasukkannya ke indeks
sebagaimana yang diharapkan.
Dalam kondisi seperti ini, menambahkan keyword atau mencari backlink
bukan solusi utama.
Masalah teknisnya perlu diperbaiki.
Perbedaan
SEO On-Page, Off-Page, dan Technical SEO Secara Sederhana
Cara termudah membedakan ketiganya adalah melihat area yang
sedang dioptimasi.
|
Jenis SEO |
Fokus Utama |
Contoh |
|
SEO On-Page |
Konten dan elemen halaman |
Keyword, title, heading, konten, internal link |
|
SEO Off-Page |
Sinyal dan aktivitas eksternal |
Backlink, outreach, digital PR, brand exposure |
|
Technical SEO |
Fondasi teknis website |
Crawling, indexing, sitemap, canonical, HTTPS |
Jika Anda memperbaiki artikel agar lebih sesuai search intent, itu On-Page
SEO.
Jika website lain memberikan backlink menuju artikel tersebut, itu
masuk dalam ranah Off-Page SEO.
Jika Anda memastikan halaman tersebut dapat dirayapi dan diindeks
dengan benar, itu Technical SEO.
Ketiganya dapat bekerja pada halaman yang sama.
Perbedaan dari Sisi
Kontrol
Ada perbedaan menarik lainnya, yaitu seberapa besar kontrol yang
dimiliki pemilik website.
SEO On-Page: Kontrol
Relatif Tinggi
Anda
dapat mengubah:
·
title,
·
konten,
·
heading,
·
internal link,
·
URL,
·
gambar.
Sebagian
besar keputusan berada di tangan Anda.
Technical SEO:
Kontrol Relatif Tinggi
Jika
mempunyai akses ke website dan kemampuan teknis yang diperlukan, Anda dapat
memperbaiki sitemap, redirect, canonical, struktur, atau konfigurasi lainnya.
SEO Off-Page: Kontrol
Lebih Terbatas
Anda
dapat melakukan outreach dan promosi.
Namun
Anda tidak sepenuhnya mengontrol apakah website lain akan memberikan link.
Terutama
untuk editorial link, keputusan akhir berada pada pemilik atau editor website
lain.
Perbedaan
ini penting karena strategi Off-Page membutuhkan pendekatan yang berbeda dari
optimasi halaman sendiri.
Perbedaan dari Sisi
Tujuan
Ketiga jenis SEO juga mempunyai tujuan operasional berbeda.
Tujuan SEO On-Page
Membuat halaman:
·
relevan,
·
informatif,
·
terstruktur,
·
mudah dibaca,
·
sesuai search intent.
Tujuan SEO Off-Page
Membangun:
·
authority,
·
referensi eksternal,
·
exposure,
·
hubungan dengan website lain,
·
referral traffic.
Tujuan Technical SEO
Memastikan:
·
halaman dapat ditemukan
crawler,
·
halaman yang tepat dapat
diindeks,
·
struktur teknis dapat dipahami,
·
website bekerja dengan baik.
Walaupun berbeda,
tujuan akhirnya tetap sama: membangun website yang mempunyai peluang lebih baik
untuk ditemukan dan memberikan pengalaman yang baik kepada pengguna.
Mana yang Lebih Penting?
Pertanyaan ini sering muncul:
“Lebih penting SEO On-Page, Off-Page, atau Technical SEO?”
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk setiap website.
Ketiganya menyelesaikan masalah berbeda.
Bayangkan sebuah mobil.
Technical SEO seperti memastikan mesin, rem, dan sistem dasarnya
bekerja.
On-Page seperti memastikan kendaraan mempunyai petunjuk dan fungsi
yang sesuai kebutuhan pengguna.
Off-Page dapat dianalogikan sebagai reputasi dan rekomendasi dari
luar.
Analogi tersebut tentu tidak sempurna, tetapi membantu menunjukkan
bahwa memperbaiki satu bagian tidak otomatis menyelesaikan masalah di bagian
lain.
Website membutuhkan prioritas berdasarkan kondisinya.
Kapan Harus
Fokus pada Technical SEO?
Technical SEO perlu mendapatkan perhatian lebih awal jika terdapat
masalah fundamental.
Contohnya:
·
halaman penting tidak
terindeks,
·
crawler sulit mengakses
website,
·
banyak redirect bermasalah,
·
struktur URL kacau,
·
terdapat duplicate page dari
implementasi teknis,
·
HTTPS bermasalah,
·
website sangat sulit digunakan
pada perangkat tertentu.
Jika Google tidak dapat mengakses halaman penting, membuat artikel
tambahan bukan solusi utama.
Fondasi teknis perlu diperiksa terlebih dahulu.
Untuk website baru, Technical SEO juga sebaiknya dipertimbangkan
sejak proses pengembangan, bukan setelah ratusan halaman sudah dibuat.
Kapan Harus
Fokus pada SEO On-Page?
Fokus pada On-Page jika website sudah dapat diakses tetapi kualitas
dan relevansi halamannya belum optimal.
Contohnya:
·
halaman tidak mempunyai target
yang jelas,
·
search intent tidak terpenuhi,
·
title terlalu umum,
·
heading berantakan,
·
konten terlalu tipis,
·
halaman saling overlap,
·
internal linking minim,
·
URL tidak deskriptif.
On-Page SEO biasanya menjadi area yang relatif mudah dipelajari
pemilik website karena banyak optimasi dapat dilakukan melalui CMS.
Kapan Harus
Fokus pada SEO Off-Page?
Off-Page dapat mulai diperkuat ketika website sudah mempunyai
halaman yang layak dipromosikan.
Misalnya Anda sudah memiliki:
·
panduan berkualitas,
·
halaman layanan yang baik,
·
riset original,
·
studi kasus,
·
tools,
·
template,
·
resource yang bermanfaat.
Resource seperti ini memberikan alasan kepada website lain untuk
memberikan referensi.
Jika website masih berisi halaman tipis dan informasi generik,
campaign link building akan lebih sulit dilakukan secara natural.
Karena itu, konten dan Off-Page SEO mempunyai hubungan yang erat.
Bagaimana
Ketiganya Bekerja Bersama?
Mari menggunakan contoh sederhana.
Bone Studio ingin mendapatkan visibilitas untuk topik:
website SEO friendly
Tahap 1: Technical SEO
Pastikan:
·
halaman dapat dirayapi,
·
tidak diblokir secara tidak
sengaja,
·
dapat diindeks,
·
menggunakan HTTPS,
·
struktur website jelas.
Tahap 2: SEO On-Page
Buat artikel:
Cara Membuat
Website yang SEO Friendly Sejak Awal
Kemudian optimalkan:
·
search intent,
·
keyword,
·
title,
·
H1,
·
struktur heading,
·
konten,
·
gambar,
·
internal link,
·
URL.
Knowledge base SEO
Content Writing Guide merekomendasikan penggunaan keyword utama secara natural
pada area strategis seperti H1, opening, beberapa subheading, dan body tanpa
melakukan keyword stuffing.
Tahap 3: SEO Off-Page
Setelah resource
siap, promosikan.
Misalnya:
·
outreach ke blog bisnis,
·
bagikan ke komunitas relevan,
·
gunakan sebagai referensi pada
kolaborasi,
·
lakukan digital PR jika
mempunyai data menarik,
·
bangun hubungan dengan
publisher.
Jika konten dianggap
bermanfaat, sebagian pihak mungkin memilih memberikan backlink.
Ketiga tahap
tersebut memperlihatkan bahwa SEO bekerja sebagai sistem.
Apakah
Backlink Bisa Menggantikan SEO On-Page?
Tidak ideal.
Backlink menuju halaman yang buruk tidak otomatis membuat halaman
tersebut menjadi berkualitas.
Misalnya halaman mempunyai:
·
intent tidak sesuai,
·
informasi tidak lengkap,
·
judul membingungkan,
·
UX buruk.
Mencari lebih banyak backlink tidak menyelesaikan masalah tersebut.
Begitu juga sebaliknya.
Konten berkualitas tidak berarti Anda boleh mengabaikan masalah
teknis.
Karena itu, hindari mencari satu “faktor rahasia” yang dianggap
dapat menggantikan semuanya.
Apakah
Technical SEO Bisa Membuat Website Langsung Ranking?
Technical SEO sangat penting, tetapi memperbaiki masalah teknis
tidak berarti halaman otomatis berada di posisi pertama.
Technical SEO membantu memastikan fondasi bekerja.
Setelah itu, halaman masih membutuhkan:
·
relevansi,
·
konten,
·
search intent,
·
struktur,
·
dan berbagai sinyal lain.
Analogi sederhananya:
Membuka pintu toko adalah syarat agar pelanggan dapat masuk.
Namun pintu yang terbuka saja belum membuat produk otomatis laku.
Internal
Link Termasuk On-Page atau Technical SEO?
Internal linking sering dibahas dalam SEO On-Page karena link
ditempatkan di dalam konten atau halaman.
Namun struktur internal linking juga dapat bersinggungan dengan
Technical SEO, terutama ketika membahas crawlability, site architecture, dan
bagaimana crawler menemukan halaman.
Knowledge base SEO Content Writing Guide merekomendasikan internal
link yang relevan dengan anchor text deskriptif karena membantu pengguna
menavigasi website dan membantu mesin pencari memahami hubungan antarkonten.
Ini menunjukkan bahwa pembagian On-Page, Off-Page, dan Technical SEO
berguna untuk belajar, tetapi dalam praktiknya beberapa area dapat saling
berhubungan.
Backlink
Termasuk Off-Page, Tetapi Jangan Hanya Mengejar Jumlah
Backlink merupakan contoh paling populer dari SEO Off-Page.
Namun satu kesalahan pemula adalah menganggap semakin banyak
backlink selalu semakin baik.
Kualitas link perlu dilihat dari konteks.
Pertimbangkan:
·
relevansi website,
·
relevansi halaman,
·
kualitas konten sumber,
·
konteks penempatan link,
·
anchor text,
·
kemungkinan referral traffic.
Knowledge base Moz juga menjelaskan bahwa link mempunyai karakter
berbeda berdasarkan relevansi, popularitas, anchor text, dan konteks sumbernya.
Jangan menilai backlink hanya berdasarkan satu metric pihak ketiga.
Content
Marketing Masuk yang Mana?
Content marketing paling dekat dengan On-Page ketika Anda membuat
dan mengoptimalkan artikel di website sendiri.
Namun konten juga dapat mendukung Off-Page.
Misalnya Anda membuat:
riset original
statistik industri
template gratis
kalkulator
panduan lengkap
Resource tersebut dapat dipromosikan dan berpotensi mendapatkan
backlink.
Jadi satu aktivitas content marketing dapat mendukung lebih dari
satu area SEO.
Inilah mengapa strategi SEO yang matang biasanya tidak menjalankan
setiap bagian dalam silo.
Urutan
Belajar SEO untuk Pemilik Website
Jika Anda benar-benar baru, gunakan urutan sederhana berikut.
1. Pahami Cara Search
Engine Bekerja
Pelajari
konsep:
·
crawling,
·
indexing,
·
hasil pencarian,
·
search intent.
Anda
tidak perlu langsung masuk ke konfigurasi teknis yang rumit.
2. Pelajari SEO On-Page
Mulai dari:
·
keyword,
·
search intent,
·
title,
·
heading,
·
konten,
·
internal linking.
Bagian ini membantu
Anda memahami cara membuat halaman yang mempunyai fokus.
3. Pelajari Technical SEO
Dasar
Setelah
memahami halaman, pelajari bagaimana mesin pencari mengaksesnya.
Mulai dari:
·
sitemap,
·
robots.txt,
·
indexing,
·
canonical,
·
redirect,
·
HTTPS.
4. Pelajari SEO Off-Page
Setelah website
mempunyai fondasi dan konten berkualitas, pelajari:
·
backlink,
·
link building,
·
outreach,
·
digital PR,
·
referral traffic.
Dengan urutan
tersebut, Anda tidak hanya belajar cara “mendapatkan ranking”, tetapi memahami
bagaimana berbagai bagian website saling berhubungan.
Kesalahan
Pemula Saat Memahami Tiga Jenis SEO
Hanya Fokus pada Keyword
Keyword penting,
tetapi SEO bukan hanya keyword.
Website juga
membutuhkan kualitas konten, kondisi teknis, struktur, dan berbagai sinyal
lain.
Mengejar Backlink
Sebelum Website Siap
Tidak
banyak manfaat mempromosikan halaman yang belum memberikan pengalaman atau
informasi yang baik.
Perbaiki
asetnya terlebih dahulu.
Menganggap
Technical SEO Hanya untuk Developer
Sebagian
implementasi memang membutuhkan developer.
Namun
pemilik website tetap sebaiknya memahami konsep dasar seperti crawling,
indexing, sitemap, dan redirect agar dapat mengenali masalah.
Mengejar Semua
Checklist Tanpa Menentukan Prioritas
Website
berbeda mempunyai masalah berbeda.
Website
dengan masalah indexing membutuhkan prioritas berbeda dari website yang sudah
sehat secara teknis tetapi kekurangan konten.
Menganggap SEO Sekali
Selesai
SEO
membutuhkan evaluasi.
Konten
berubah.
Website
berkembang.
Kompetitor
bertambah.
Link
bertambah atau hilang.
Masalah
teknis dapat muncul setelah update website.
Karena itu,
lakukan monitoring secara berkala.
Checklist
SEO Dasar untuk Pemilik Website
Gunakan checklist berikut untuk melihat kondisi awal website.
Technical SEO
·
Apakah halaman penting dapat
dirayapi?
·
Apakah halaman yang diinginkan
dapat diindeks?
·
Apakah website menggunakan
HTTPS?
·
Apakah XML sitemap tersedia?
·
Apakah redirect bekerja dengan
benar?
·
Apakah terdapat masalah teknis
yang menghambat pengguna atau crawler?
SEO On-Page
·
Apakah setiap halaman mempunyai
tujuan?
·
Apakah search intent sudah
dipahami?
·
Apakah title dan H1 relevan?
·
Apakah struktur H2 dan H3
logis?
·
Apakah konten benar-benar
membantu?
·
Apakah URL deskriptif?
·
Apakah internal link tersedia?
SEO Off-Page
·
Apakah website mempunyai
backlink yang relevan?
·
Apakah terdapat resource yang
layak direferensikan?
·
Apakah brand mendapatkan
mention?
·
Apakah sudah membangun hubungan
dengan publisher atau website relevan?
·
Apakah backlink juga berpotensi
mendatangkan referral traffic?
Anda tidak harus memperbaiki
semuanya dalam satu hari.
Gunakan checklist untuk
menentukan prioritas.
Contoh
Prioritas SEO untuk Website Baru
Untuk website baru, pendekatan sederhananya dapat seperti ini.
Bulan pertama: pastikan fondasi teknis
dan struktur website benar.
Bulan kedua: optimalkan halaman utama
dan mulai membuat konten berdasarkan search intent.
Bulan ketiga: bangun internal linking
dan evaluasi indexing.
Bulan berikutnya: terus kembangkan
konten sambil mulai mempromosikan resource berkualitas dan membangun exposure.
Urutan tersebut bukan aturan mutlak.
Website dapat membutuhkan prioritas berbeda.
Yang penting adalah jangan menjalankan SEO tanpa memahami masalah
yang sedang ingin diselesaikan.
FAQ
Perbedaan SEO On-Page, Off-Page, dan Technical SEO
Apa perbedaan SEO
On-Page dan Off-Page?
SEO
On-Page berfokus pada konten serta elemen di halaman website seperti title,
heading, keyword, dan internal link. SEO Off-Page berhubungan dengan aktivitas
serta sinyal eksternal seperti backlink, outreach, dan digital PR.
Apa perbedaan
SEO On-Page dan Technical SEO?
On-Page
lebih fokus pada relevansi dan kualitas halaman, sedangkan Technical SEO fokus
pada aspek teknis seperti crawling, indexing, sitemap, canonical, dan
konfigurasi website.
Apakah backlink
termasuk Technical SEO?
Tidak.
Backlink umumnya termasuk SEO Off-Page karena berasal dari website atau halaman
eksternal.
Apakah internal
link termasuk SEO On-Page?
Internal
linking sering masuk dalam optimasi On-Page, tetapi juga berkaitan dengan
struktur dan crawlability website sehingga dapat bersinggungan dengan Technical
SEO.
Mana yang harus
dikerjakan terlebih dahulu?
Prioritas
bergantung pada kondisi website. Masalah teknis fundamental perlu diperbaiki
agar halaman dapat diakses dan diindeks. Setelah fondasi tersedia, optimasi
konten dan pembangunan authority dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Apakah cukup
melakukan SEO On-Page saja?
SEO
On-Page merupakan fondasi penting, tetapi strategi SEO yang lebih lengkap juga
perlu mempertimbangkan kesehatan teknis website dan sinyal eksternal yang
relevan.
Apakah SEO Off-Page
hanya backlink?
Backlink
merupakan bagian yang sangat dikenal, tetapi aktivitas Off-Page yang lebih luas
juga dapat meliputi digital PR, brand mention, outreach, partnership, dan
promosi konten yang membangun exposure.
Jadi,
apa perbedaan SEO On-Page, Off-Page, dan Technical SEO?
Perbedaannya
terutama terletak pada area optimasi.
SEO
On-Page berfokus pada isi dan elemen halaman agar
relevan, terstruktur, dan membantu pengguna.
SEO
Off-Page berfokus pada sinyal serta aktivitas
eksternal seperti backlink, link building, digital PR, dan exposure.
Technical
SEO berfokus pada fondasi teknis agar website dapat
dirayapi, dipahami, dan diindeks dengan baik.
Ketiganya
bukan strategi yang saling menggantikan.
Technical
SEO tanpa konten yang relevan tidak cukup.
Konten
berkualitas tanpa fondasi teknis dapat kehilangan potensi.
Backlink
tanpa halaman yang layak direferensikan juga bukan pendekatan ideal.
Karena
itu, pemilik website sebaiknya melihat SEO sebagai sebuah sistem.
Mulai
dengan memastikan website sehat secara teknis.
Kemudian
buat halaman berdasarkan kebutuhan dan search intent pengguna.
Optimalkan
title, heading, konten, URL, gambar, dan internal link.
Setelah
mempunyai resource yang benar-benar bernilai, bangun exposure dan backlink
secara relevan.
Anda
tidak perlu menguasai semuanya sekaligus.
Yang
terpenting adalah memahami fungsi setiap bagian sehingga ketika website
mengalami masalah, Anda tahu harus melihat ke mana.
Apakah
masalahnya berada pada halaman?
Apakah
search engine kesulitan mengakses website?
Atau
apakah website membutuhkan lebih banyak exposure dan referensi dari luar?
Kemampuan
membedakan ketiga area tersebut merupakan salah satu fondasi penting untuk
belajar SEO dengan lebih terarah.



No comments:
Post a Comment