Ketika belajar SEO, Anda mungkin akan menemukan tiga istilah yang sering dibahas: SEO On-Page, Technical SEO, dan SEO Off-Page.

Jika SEO On-Page berhubungan dengan optimasi yang dilakukan pada halaman website, SEO Off-Page lebih banyak berkaitan dengan sinyal dan aktivitas di luar website yang dapat membantu membangun reputasi, authority, popularitas, serta exposure website.

Backlink merupakan bagian yang paling sering dikaitkan dengan SEO Off-Page.

Namun SEO Off-Page bukan sekadar mengumpulkan backlink sebanyak mungkin.

Kualitas sumber link, relevansi website, konteks penempatan, anchor text, reputasi, dan cara backlink tersebut diperoleh perlu diperhatikan. Sebuah link yang muncul secara natural karena konten memang layak direferensikan memiliki karakter yang berbeda dengan ratusan link yang dibuat secara massal hanya untuk memanipulasi ranking.

Bagi pemilik website yang baru belajar SEO, memahami perbedaan tersebut sangat penting sebelum mulai melakukan optimasi Off-Page.

Artikel ini akan membahas apa itu SEO Off-Page, manfaat, cara kerja, contoh, hingga strategi dasar yang dapat dipelajari pemula.

Apa Itu SEO Off-Page

Apa Itu SEO Off-Page?

SEO Off-Page adalah berbagai aktivitas dan sinyal di luar website yang berkaitan dengan upaya meningkatkan reputasi, authority, popularitas, dan visibilitas sebuah website di internet.

Salah satu aktivitas yang paling dikenal adalah link building atau mendapatkan backlink dari website lain.

Namun dalam konteks pemasaran digital yang lebih luas, membangun brand, mendapatkan mention, melakukan digital PR, menjalin hubungan dengan publisher atau komunitas, dan mendistribusikan konten juga dapat berkontribusi terhadap exposure sebuah website.

Secara sederhana:

On-Page SEO berbicara tentang apa yang ada di website Anda.

Off-Page SEO berbicara tentang bagaimana website Anda terhubung dan dikenal di luar website tersebut.

Keduanya saling melengkapi.

Apa Bedanya SEO On-Page dan Off-Page?

Pemula sering bingung membedakan kedua istilah tersebut.

SEO On-Page

SEO On-Page berfokus pada elemen yang dapat dioptimasi di dalam halaman website.

Contohnya:

·         search intent,

·         keyword,

·         title,

·         meta description,

·         heading,

·         konten,

·         URL,

·         gambar,

·         internal linking.

SEO Off-Page

SEO Off-Page berhubungan dengan sinyal dan aktivitas di luar website.

Contohnya:

·         backlink,

·         link building,

·         digital PR,

·         brand mention,

·         content promotion,

·         hubungan dengan publisher,

·         partnership yang menghasilkan exposure.

Perbedaannya cukup sederhana.

Jika Anda memperbaiki title sebuah artikel, itu On-Page.

Jika website lain menautkan artikel tersebut sebagai referensi, link tersebut berada dalam ranah Off-Page.

Apa Bedanya SEO Off-Page dan Technical SEO?

Technical SEO mempunyai fokus berbeda lagi.

Technical SEO berhubungan dengan kemampuan search engine mengakses, merayapi, memahami, dan mengindeks website dari sisi teknis.

Contohnya:

·         crawling,

·         indexing,

·         XML sitemap,

·         canonical,

·         HTTPS,

·         struktur teknis,

·         performa website.

Ketiganya dapat dibayangkan sebagai fondasi yang saling mendukung.

Technical SEO memastikan website dapat bekerja dan diakses dengan baik oleh mesin pencari.

On-Page SEO membantu menjelaskan isi serta relevansi halaman.

Off-Page SEO membantu membangun sinyal eksternal, exposure, dan authority.

Strategi SEO yang sehat sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu bagian.

off page seo techniques

Mengapa SEO Off-Page Penting?

Bayangkan ada dua artikel yang sama-sama membahas topik tertentu.

Keduanya mempunyai konten bagus.

Strukturnya jelas.

Website dapat dirayapi dengan baik.

Namun artikel pertama banyak dirujuk secara natural oleh website lain yang relevan karena dianggap bermanfaat.

Sementara artikel kedua hampir tidak pernah disebut atau direferensikan.

Sinyal eksternal seperti link dapat membantu mesin pencari memahami hubungan dan popularitas sebuah halaman di dalam ekosistem web.

Inilah salah satu alasan backlink mempunyai peran penting dalam pembahasan SEO Off-Page.

Namun jangan menyederhanakannya menjadi:

lebih banyak backlink = ranking lebih tinggi.

Kualitas link tidak hanya ditentukan oleh jumlah.

Knowledge base Moz menekankan bahwa nilai link dapat dipengaruhi berbagai hal seperti popularitas, relevansi topik, anchor text, konteks, dan karakter halaman yang memberikan link.

Backlink adalah link dari website lain yang mengarah ke website Anda.

Misalnya BoneStudio.net menerbitkan panduan tentang desain website.

Kemudian sebuah blog bisnis menulis artikel tentang cara membangun website perusahaan dan memberikan link menuju panduan Bone Studio sebagai referensi.

Link tersebut menjadi backlink untuk BoneStudio.net.

Backlink dapat mengarah ke:

·         homepage,

·         artikel blog,

·         halaman layanan,

·         studi kasus,

·         halaman produk,

·         tools,

·         resource.

Tidak semua backlink mempunyai karakter dan nilai yang sama.

Itulah mengapa link building sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah.

Cara paling mudah memahami backlink adalah menganggapnya sebagai sebuah hubungan antarhalaman di internet.

Website A membuat sebuah halaman.

Website B menemukan halaman tersebut bermanfaat.

Website B kemudian memberikan link menuju Website A.

Link tersebut membantu pengguna berpindah dari Website B ke Website A.

Dari sisi mesin pencari, link juga membantu proses discovery dan memberikan informasi mengenai hubungan antarhalaman.

Namun kualitas dan konteksnya perlu diperhatikan.

Link dari artikel yang membahas topik relevan tentu mempunyai konteks berbeda dengan link yang muncul secara acak pada halaman yang sama sekali tidak berhubungan.

Karena itu, strategi backlink modern sebaiknya tidak berfokus pada “berapa banyak link yang bisa dibuat”, tetapi:

“Mengapa website lain mempunyai alasan untuk mereferensikan halaman ini?”

Pertanyaan tersebut mengubah cara kita melakukan link building.

Manfaat SEO Off-Page

SEO Off-Page dapat memberikan beberapa manfaat ketika dilakukan dengan pendekatan yang sehat.

1. Membantu Membangun Authority

Ketika sebuah website mendapatkan referensi dan link dari website lain yang relevan dan kredibel, hal tersebut dapat membantu membangun profil authority website.

Namun authority tidak dibangun hanya dari satu backlink.

Kualitas konten, kondisi website, reputasi brand, konsistensi, dan berbagai sinyal lainnya tetap berperan.

2. Membantu Search Engine Menemukan Halaman

Link merupakan salah satu jalur yang dapat digunakan crawler untuk menemukan halaman di web.

Ketika sebuah halaman mendapatkan link dari halaman lain yang sudah dikenal search engine, link tersebut dapat membantu discovery.

3. Mendatangkan Referral Traffic

Backlink tidak hanya mempunyai nilai SEO.

Link dapat mendatangkan pengunjung secara langsung.

Misalnya website industri menerbitkan artikel yang dibaca ribuan orang dan menyebut bisnis Anda sebagai salah satu referensi.

Sebagian pembaca dapat mengeklik link tersebut.

Traffic seperti ini disebut referral traffic.

Knowledge base Moz juga menyoroti referral traffic sebagai manfaat nyata dari link yang relevan.

Karena itu, backlink yang bagus tidak selalu harus dinilai hanya berdasarkan ranking.

Tanyakan juga:

Apakah ada kemungkinan orang sungguhan mengeklik link ini?

4. Meningkatkan Brand Exposure

Aktivitas Off-Page dapat membuat brand muncul di depan audiens baru.

Misalnya melalui:

·         media,

·         blog industri,

·         podcast,

·         kolaborasi,

·         komunitas,

·         publikasi partner.

Walaupun tidak semuanya selalu menghasilkan backlink, exposure yang relevan tetap dapat membantu orang mengenal bisnis.

5. Membuka Peluang Bisnis

Hubungan yang dibangun melalui aktivitas Off-Page terkadang menghasilkan manfaat di luar SEO.

Misalnya:

·         partnership,

·         referral,

·         kolaborasi konten,

·         kesempatan berbicara,

·         liputan media,

·         leads.

Inilah alasan SEO Off-Page sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai aktivitas “menanam link”.

optimasi seo off page website

Tidak.

Backlink mempunyai kualitas dan konteks berbeda.

Link yang benar-benar diberikan karena sebuah halaman dianggap berguna berbeda dengan link massal yang dibuat otomatis.

Untuk menilai backlink, beberapa aspek yang dapat diperhatikan antara lain:

·         relevansi topik,

·         kualitas website sumber,

·         konteks halaman,

·         posisi link,

·         anchor text,

·         kemungkinan referral traffic,

·         kewajaran link.

Misalnya BoneStudio.net membahas web design.

Backlink dari artikel tentang desain website, bisnis digital, branding, UI/UX, development, atau marketing memiliki hubungan topikal yang mudah dipahami.

Sebaliknya, link dari halaman yang sama sekali tidak berhubungan membutuhkan evaluasi lebih hati-hati.

Relevansi berarti hubungan antara sumber backlink dengan halaman tujuan.

Contohnya:

Website marketing menulis artikel:

“Cara Memilih Website Agency untuk Bisnis”

Di dalamnya terdapat link menuju panduan Bone Studio:

“Cara Membuat Website yang SEO Friendly Sejak Awal”

Hubungannya cukup jelas.

Pembaca artikel pertama mungkin memang tertarik dengan artikel kedua.

Itulah salah satu ciri link yang mempunyai konteks.

Saat mengevaluasi peluang backlink, jangan hanya bertanya:

“Berapa tinggi authority website ini?”

Tanyakan juga:

“Apakah pembacanya relevan?”

“Apakah link ini masuk akal berada di halaman tersebut?”

“Apakah orang mungkin mengekliknya?”

Apakah DA dan DR Menentukan Kualitas Backlink?

Anda mungkin pernah mendengar istilah DA atau DR.

Keduanya merupakan metric pihak ketiga yang digunakan untuk membantu memperkirakan kekuatan profil sebuah domain berdasarkan metodologi masing-masing penyedia tools.

Metric seperti ini dapat membantu analisis.

Namun jangan menjadikannya satu-satunya dasar.

Website dengan metric tinggi belum tentu otomatis menjadi sumber backlink terbaik untuk setiap niche.

Sebaliknya, website yang lebih kecil tetapi sangat relevan dengan industri Anda dapat memiliki nilai praktis yang baik.

Saat mengevaluasi website, lihat secara lebih menyeluruh:

·         relevansi,

·         kualitas konten,

·         kondisi website,

·         audiens,

·         traffic jika datanya tersedia,

·         konteks link,

·         reputasi,

·         kewajaran pola outbound link.

Gunakan metric sebagai indikator, bukan sebagai kebenaran absolut.

Apa Itu Anchor Text?

Anchor text adalah teks yang dapat diklik pada sebuah link.

Contohnya:

panduan SEO On-Page

Jika teks tersebut mengarah ke artikel SEO On-Page, frasa itu merupakan anchor text.

Anchor dapat berupa:

·         nama brand,

·         URL,

·         keyword,

·         judul artikel,

·         frasa deskriptif,

·         kata generik.

Penggunaan anchor sebaiknya natural.

Jangan memaksakan setiap backlink menggunakan keyword komersial yang sama.

Profil link yang wajar dapat mempunyai variasi anchor karena website lain biasanya mempunyai cara berbeda ketika menyebut sebuah halaman.

Dofollow dan Nofollow: Mana yang Lebih Baik?

Dalam pembahasan backlink, Anda juga akan menemukan istilah dofollow dan nofollow.

Secara praktis, link biasa tanpa atribut tertentu sering disebut “dofollow”, walaupun istilah tersebut bukan atribut HTML yang perlu ditambahkan.

Sementara nofollow merupakan atribut yang dapat digunakan pada link dalam konteks tertentu.

Pemula terkadang terlalu fokus mencari link yang disebut dofollow.

Padahal link juga dapat mempunyai manfaat lain:

·         referral traffic,

·         brand exposure,

·         discovery,

·         hubungan bisnis.

Karena itu, jangan menilai setiap peluang hanya berdasarkan satu atribut.

Profil backlink yang berkembang secara natural tidak harus terdiri dari satu jenis link saja.

Link building adalah proses mendapatkan backlink dari website lain menuju website Anda.

Kata “mendapatkan” penting.

Strategi link building yang baik tidak hanya bertanya bagaimana membuat link sendiri.

Strategi tersebut juga memikirkan bagaimana membuat halaman yang layak mendapatkan link.

Knowledge base Moz membedakan link editorial natural dengan berbagai link non-editorial yang dibuat sendiri. Link editorial muncul ketika website lain secara natural ingin mereferensikan sebuah konten atau bisnis.

Inilah tipe link yang ideal untuk dibangun dalam jangka panjang.

Cara Melakukan SEO Off-Page untuk Pemula

Jika baru belajar, Anda tidak harus langsung menjalankan campaign link building yang kompleks.

Mulailah dari fondasi berikut.

1. Buat Konten yang Layak Dijadikan Referensi

Sulit mendapatkan backlink berkualitas jika website tidak mempunyai sesuatu yang layak direferensikan.

Buat konten yang benar-benar berguna.

Contohnya:

·         panduan lengkap,

·         data original,

·         riset,

·         template,

·         checklist,

·         tools gratis,

·         infografis,

·         studi kasus,

·         tutorial,

·         statistik industri.

Misalnya artikel biasa berjudul:

“Tips Membuat Website”

mungkin memiliki banyak kompetitor.

Namun resource:

“Checklist 50 Poin Sebelum Launch Website Bisnis”

mempunyai alasan lebih jelas untuk disimpan atau direferensikan.

Konsep ini sering disebut linkable asset.

2. Lakukan Outreach

Konten bagus tidak selalu otomatis ditemukan.

Anda dapat memperkenalkannya kepada orang yang relevan.

Misalnya Anda membuat riset tentang tren web design.

Cari:

·         blogger desain,

·         website bisnis,

·         publisher teknologi,

·         newsletter,

·         content creator.

Kemudian kirim outreach secara personal.

Jangan langsung meminta:

“Tolong kasih backlink.”

Jelaskan mengapa resource Anda relevan dengan konten atau audiens mereka.

Outreach yang baik membangun hubungan, bukan sekadar meminta link.

3. Guest Posting Secara Selektif

Guest posting adalah menulis konten untuk website lain.

Strategi ini dapat memberikan:

·         exposure,

·         referral traffic,

·         networking,

·         backlink jika relevan.

Namun jangan menjadikan guest posting sebagai produksi artikel massal hanya untuk memasukkan exact-match anchor.

Pilih website yang:

·         relevan,

·         mempunyai audiens nyata,

·         menerbitkan konten berkualitas,

·         sesuai dengan expertise Anda.

Tulislah artikel yang memang layak dibaca oleh audiens website tersebut.

4. Cari Unlinked Brand Mention

Kadang sebuah website menyebut brand Anda tetapi tidak memberikan link.

Contohnya:

“Bone Studio merupakan salah satu studio yang…”

Namun tidak ada link menuju website.

Anda dapat menghubungi publisher dan secara sopan menanyakan apakah penyebutan tersebut dapat dilengkapi dengan link untuk membantu pembaca menemukan sumber atau bisnis yang disebut.

Tidak semua publisher akan menambahkan link.

Tetapi metode ini cukup natural karena mereka sudah mengenal atau menyebut brand Anda.

5. Bangun Hubungan dengan Partner dan Klien

Bisnis biasanya mempunyai jaringan.

Misalnya:

·         supplier,

·         partner,

·         klien,

·         asosiasi,

·         komunitas,

·         vendor.

Dalam kondisi yang memang relevan, hubungan tersebut dapat menghasilkan mention atau link.

Misalnya sebuah agency membuat studi kasus bersama klien.

Klien kemudian mereferensikan proyek tersebut pada website mereka.

Link seperti ini mempunyai konteks bisnis yang jelas.

Jangan memaksa setiap relasi bisnis memberikan backlink.

Cari peluang yang memang masuk akal bagi kedua pihak.

6. Gunakan Digital PR

Digital PR bertujuan mendapatkan exposure dari media dan publisher online.

Caranya dapat melalui:

·         riset,

·         data,

·         insight industri,

·         survei,

·         cerita unik,

·         campaign kreatif,

·         expert commentary.

Misalnya sebuah perusahaan mempunyai data unik mengenai perilaku pelanggan.

Data tersebut dapat diolah menjadi laporan.

Jika menarik, media atau blogger dapat mengutipnya dan memberikan attribution.

Digital PR membutuhkan usaha lebih besar, tetapi dapat menghasilkan exposure yang sulit didapat melalui pembuatan link manual.

Analisis kompetitor dapat memberikan gambaran mengenai jenis website yang tertarik dengan topik di industri Anda.

Anda dapat melihat:

·         siapa yang memberikan link,

·         konten apa yang mendapatkan link,

·         jenis resource yang populer,

·         peluang publikasi,

·         pola topik.

Namun jangan menyalin seluruh backlink kompetitor secara buta.

Tujuannya adalah menemukan pola dan peluang.

Misalnya Anda menemukan banyak kompetitor mendapatkan backlink karena membuat laporan tahunan.

Itu dapat menjadi insight bahwa data industri mempunyai potensi link di niche tersebut.

Backlink Seperti Apa yang Sebaiknya Dihindari?

Hati-hati dengan pendekatan yang menjanjikan:

“10.000 backlink dalam satu hari.”

“Ribuan backlink otomatis.”

“Semua backlink menggunakan keyword yang sama.”

“Pasti ranking satu setelah backlink.”

SEO tidak bekerja sesederhana itu.

Knowledge base Moz mengingatkan bahwa pola link manipulatif dan tidak natural dapat kehilangan nilai serta berisiko ketika digunakan untuk memanipulasi ranking.

Prioritaskan kualitas dan relevansi daripada volume semata.

Apakah Backlink dari Profile, Forum, dan Komentar Masih Berguna?

Cara bikin backlink gratis juga layak untuk dipelajari. Mendapatkan gratis link dari profile, forum, atau komentar dapat memiliki fungsi tertentu, misalnya membantu orang menemukan bisnis ketika memang digunakan secara relevan.

Namun jangan menjadikannya fondasi utama link building.

Knowledge base Moz mengategorikan banyak link seperti forum signature, profile, dan komentar sebagai self-created/non-editorial link. Nilainya secara umum berbeda dari editorial link yang diberikan secara natural oleh website lain.

Jika aktif dalam komunitas, fokuslah membantu orang.

Jangan masuk ke setiap diskusi hanya untuk meninggalkan link.

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua website.

Kebutuhan website baru di niche lokal berbeda dengan website e-commerce nasional.

Kompetisi keyword juga berbeda.

Daripada bertanya:

“Saya perlu 100 atau 1.000 backlink?”

lebih baik tanyakan:

“Apakah website saya mempunyai profil backlink yang relevan dan kompetitif untuk topik yang ditargetkan?”

Analisis kompetitor dapat membantu memberikan konteks.

Tetapi jangan mengejar angka mereka secara mekanis.

SEO Off-Page Harus Didukung Konten Berkualitas

Link building tidak sebaiknya dilakukan sendirian.

Bayangkan Anda berhasil mendapatkan banyak visitor melalui backlink.

Namun halaman tujuan:

·         lambat,

·         kontennya tipis,

·         informasinya tidak relevan,

·         desainnya membingungkan,

·         tidak mempunyai CTA.

Peluang tersebut terbuang.

Karena itu, sebelum agresif melakukan Off-Page SEO, perbaiki fondasi website.

Pastikan:

·         Technical SEO sehat,

·         search intent sesuai,

·         On-Page SEO baik,

·         konten berkualitas,

·         user experience nyaman,

·         internal linking terstruktur.

Setelah itu, Off-Page SEO membantu memperluas authority dan exposure dari fondasi yang sudah kuat.

Bagaimana Mengukur SEO Off-Page?

Jangan hanya mengukur jumlah backlink.

Beberapa indikator yang dapat diperhatikan antara lain:

Jumlah referring domain

Berapa domain berbeda yang memberikan link?

Relevansi

Apakah link berasal dari website yang mempunyai hubungan dengan niche?

Referral traffic

Apakah link mendatangkan pengunjung?

Backlink ke halaman penting

Halaman apa yang mendapatkan link?

Brand mention

Apakah brand semakin sering disebut?

Organic performance

Apakah visibilitas organik halaman berkembang setelah berbagai optimasi dilakukan?

Jangan langsung menyimpulkan satu backlink menyebabkan ranking naik karena SEO melibatkan banyak variabel.

Evaluasi tren secara keseluruhan.

Checklist SEO Off-Page untuk Pemula

Sebelum menjalankan strategi Off-Page, gunakan checklist berikut:

1.      Website sudah dapat dirayapi dan diindeks.

2.      Halaman utama sudah dioptimasi.

3.      Konten mempunyai kualitas yang layak direferensikan.

4.      Sudah menentukan halaman yang ingin diperkuat.

5.      Sudah memetakan website relevan di niche.

6.      Tidak hanya mengejar metric DA atau DR.

7.      Relevansi menjadi pertimbangan.

8.      Anchor text dibuat natural dan bervariasi.

9.      Tidak membeli ribuan backlink otomatis.

10. Outreach dilakukan secara personal.

11. Guest post dipilih secara selektif.

12. Peluang unlinked mention diperiksa.

13. Relasi bisnis dimanfaatkan secara natural.

14. Backlink kompetitor dianalisis untuk insight.

15. Referral traffic ikut diukur.

Checklist tersebut bukan formula ranking, tetapi dapat membantu membangun pendekatan Off-Page yang lebih sehat.

jasa optimasi seo off page

FAQ SEO Off-Page

Apa itu SEO Off-Page?

SEO Off-Page adalah aktivitas dan sinyal di luar website yang berkaitan dengan pembangunan reputasi, authority, popularitas, dan exposure website. Backlink dan link building merupakan bagian yang paling umum dibahas.

Apa contoh SEO Off-Page?

Contohnya antara lain mendapatkan backlink editorial, guest posting secara relevan, digital PR, outreach, mendapatkan brand mention, membuat linkable asset, dan membangun hubungan dengan publisher atau partner.

Ya. Backlink merupakan salah satu bagian utama dalam SEO Off-Page karena menghubungkan halaman di website lain dengan halaman website Anda.

Apakah semakin banyak backlink semakin bagus?

Tidak selalu. Jumlah saja tidak cukup untuk menentukan kualitas. Relevansi, konteks, kualitas sumber, anchor text, kewajaran, dan potensi referral traffic juga perlu diperhatikan.

Apa perbedaan SEO On-Page dan Off-Page?

SEO On-Page berfokus pada optimasi di dalam halaman seperti konten, title, heading, URL, dan internal link. SEO Off-Page lebih fokus pada sinyal serta aktivitas di luar website, terutama backlink, mention, dan exposure.

Apakah website baru harus langsung mencari backlink?

Website baru dapat mulai membangun exposure dan hubungan, tetapi pastikan terlebih dahulu website mempunyai fondasi teknis dan konten yang layak dipromosikan. Backlink menuju halaman yang belum siap bukan strategi yang efisien.

Berapa lama SEO Off-Page menunjukkan hasil?

Tidak ada waktu yang berlaku untuk semua website. Dampaknya bergantung pada kondisi website, kualitas link, kompetisi, konten, Technical SEO, On-Page SEO, dan berbagai faktor lainnya.

Kesimpulan

Jadi, apa itu SEO Off-Page?

SEO Off-Page adalah bagian dari optimasi SEO yang berhubungan dengan sinyal dan aktivitas di luar website untuk membantu membangun authority, reputasi, exposure, dan hubungan website dengan ekosistem web yang lebih luas.

Backlink menjadi salah satu komponen utamanya.

Namun tujuan SEO Off-Page bukan mengumpulkan link sebanyak mungkin.

Strategi yang lebih sehat berfokus pada:

membuat konten yang layak direferensikan, mendapatkan link dari sumber yang relevan, membangun hubungan dengan website dan publisher, meningkatkan brand exposure, serta mendatangkan referral traffic yang nyata.

Untuk pemilik website yang baru belajar SEO, jangan langsung terobsesi dengan jumlah backlink atau metric tertentu.

Mulailah dari fondasi.

Pastikan website dapat dirayapi.

Optimalkan halaman.

Buat konten yang benar-benar membantu.

Bangun internal linking.

Kemudian promosikan konten tersebut kepada audiens dan website yang relevan.

Ketika On-Page SEO, Technical SEO, konten, dan Off-Page SEO bekerja bersama, Anda mempunyai fondasi SEO yang jauh lebih kuat dibanding hanya mengandalkan satu teknik.

Dan yang terpenting, hindari pola pikir:

“Bagaimana cara membuat backlink sebanyak mungkin?”

Ganti dengan:

“Bagaimana membuat website dan konten yang cukup berguna sehingga orang lain mempunyai alasan untuk mereferensikannya?”

Pertanyaan kedua jauh lebih dekat dengan pendekatan SEO Off-Page yang berkelanjutan.