Cara Membuat Website yang SEO Friendly Sejak Awal
Membuat website bisnis sebaiknya tidak hanya memikirkan tampilan yang menarik. Sejak tahap awal, Anda juga perlu mempertimbangkan apakah struktur, konten, dan aspek teknis website sudah memudahkan mesin pencari serta calon pelanggan menemukan informasi yang mereka butuhkan.
Inilah dasar dari cara membuat website
yang SEO friendly.
Website SEO friendly pada dasarnya adalah
website yang mudah digunakan manusia sekaligus mudah ditemukan, dirayapi, dan
dipahami mesin pencari. Struktur halaman jelas, navigasinya sederhana,
kontennya relevan dengan kebutuhan pengguna, URL mudah dibaca, dan halaman
dapat diakses dengan nyaman melalui desktop maupun smartphone.
Mengapa SEO perlu dipikirkan sejak
website dibuat?
Karena memperbaiki fondasi setelah
website mempunyai ratusan halaman biasanya lebih rumit. Perubahan struktur URL,
navigasi, kategori, atau arsitektur situs setelah website berkembang juga dapat
membutuhkan pekerjaan tambahan.
Jika Anda sedang merencanakan website
untuk bisnis, berikut dasar-dasar yang sebaiknya dipersiapkan sejak awal.
Apa Itu Website SEO
Friendly?
Website SEO friendly adalah website yang dirancang agar mudah digunakan pengunjung sekaligus memudahkan mesin pencari menemukan, merayapi, memahami, dan mengindeks halaman-halaman pentingnya.
Artinya, SEO friendly tidak hanya berkaitan dengan memasukkan
keyword.
Ada beberapa komponen yang saling berhubungan:
·
struktur website,
·
navigasi,
·
kualitas konten,
·
penggunaan keyword,
·
URL,
·
internal linking,
·
performa halaman,
·
mobile usability,
·
crawlability dan indexing,
·
serta pengalaman pengguna.
Website dengan desain sangat bagus belum tentu SEO friendly.
Sebaliknya, website yang dipenuhi keyword juga belum tentu memiliki
optimasi yang baik.
Prinsip utamanya adalah membangun website untuk membantu pengguna
terlebih dahulu, kemudian memastikan mesin pencari dapat memahami website
tersebut dengan baik. Pendekatan user-first ini juga menjadi prinsip utama
dalam knowledge base SEO Content Writing Guide.
1.
Tentukan Tujuan Website Sebelum Mulai Membuatnya
Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung memilih template dan
membuat homepage tanpa menentukan tujuan bisnis.
Sebelum masuk ke desain, tanyakan:
Apa yang ingin dilakukan pengunjung setelah masuk ke website?
Jawabannya dapat berbeda untuk setiap bisnis.
Website jasa mungkin ingin pengunjung meminta quotation.
Website toko online ingin pengunjung membeli produk.
Website perusahaan mungkin mengarahkan pengunjung untuk menghubungi
sales.
Sementara bisnis lokal bisa saja mengutamakan telepon, WhatsApp,
reservasi, atau kunjungan ke lokasi.
Tujuan tersebut akan memengaruhi struktur halaman dan CTA yang
digunakan.
Misalnya Anda memiliki bisnis jasa interior. Website mungkin
membutuhkan struktur seperti:
Homepage → Layanan → Portofolio → Tentang Kami → Artikel → Kontak
Sementara toko online membutuhkan kategori produk dan struktur yang
berbeda.
Jangan membuat halaman hanya karena website kompetitor memilikinya.
Setiap halaman sebaiknya mempunyai fungsi yang jelas bagi pengguna atau bisnis.
2.
Lakukan Riset Keyword Sebelum Menentukan Struktur Website
Riset keyword sebaiknya tidak dilakukan setelah semua halaman
selesai.
Lakukan sejak tahap perencanaan.
Keyword membantu Anda memahami bagaimana calon pelanggan mencari
produk, jasa, dan informasi yang berkaitan dengan bisnis.
Misalnya Anda menyediakan jasa pembuatan website.
Calon pelanggan mungkin menggunakan pencarian seperti:
“jasa pembuatan website”
“jasa website company profile”
“harga pembuatan website”
“cara membuat website bisnis”
“website untuk UMKM”
Masing-masing pencarian dapat memiliki maksud yang berbeda.
Ada pengguna yang ingin belajar dan ada yang sudah siap mencari
penyedia jasa.
Moz menjelaskan bahwa keyword memberikan petunjuk mengenai search
intent pengguna. Karena itu, target keyword sebaiknya disesuaikan dengan
istilah yang benar-benar digunakan audiens ketika mencari sesuatu yang
ditawarkan website.
3. Pahami Search Intent
Menemukan keyword saja belum cukup.
Anda perlu memahami mengapa seseorang mencari keyword tersebut.
Inilah yang disebut search intent.
Secara sederhana, seseorang dapat mencari karena ingin memperoleh
informasi, menemukan website tertentu, membandingkan pilihan, atau melakukan
tindakan seperti membeli produk dan menggunakan jasa.
Misalnya:
“cara membuat website”
Kemungkinan besar pengguna ingin belajar.
Sementara:
“jasa pembuatan website perusahaan”
lebih dekat dengan kebutuhan komersial.
Jika orang mencari tutorial tetapi halaman Anda langsung berisi
penawaran tanpa memberikan informasi yang dibutuhkan, halaman tersebut kurang
sesuai dengan intent.
Sebaliknya, jika seseorang sudah ingin membeli tetapi halaman hanya
memberikan penjelasan umum tanpa informasi layanan atau CTA, peluang konversi
dapat terlewat.
Knowledge base Moz menekankan bahwa memahami intent membantu website
menyediakan konten yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
4. Susun
Struktur Website yang Sederhana
Setelah mengetahui tujuan bisnis dan keyword, mulailah menyusun
struktur website.
Struktur yang baik membantu pengunjung mengetahui posisi mereka dan
menemukan halaman yang dibutuhkan.
Contoh website perusahaan:
Homepage
├── Tentang Kami
├── Layanan
│ ├── Layanan A
│ ├── Layanan B
│ └── Layanan C
├── Portofolio
├── Blog
└── Kontak
Usahakan halaman penting dapat dijangkau melalui navigasi yang masuk
akal.
Jangan menyembunyikan halaman utama terlalu dalam.
Struktur juga perlu mempertimbangkan hubungan topik.
Jika bisnis memiliki beberapa layanan berbeda, masing-masing layanan
dapat memiliki halaman tersendiri jika memang ada informasi dan search intent
yang berbeda.
Dengan begitu, mesin pencari maupun pengguna lebih mudah memahami
apa yang sebenarnya ditawarkan website.
5. Pilih Domain
yang Mudah Diingat
Domain merupakan identitas website.
Untuk bisnis, pilihan yang paling sederhana biasanya menggunakan
nama brand.
Misalnya nama bisnis Anda Bone Studio, domain yang menggunakan
identitas brand akan lebih mudah dikaitkan dengan perusahaan dibanding domain
panjang yang dipenuhi keyword.
Tidak perlu memasukkan semua keyword ke dalam domain.
Prioritaskan nama yang:
·
singkat,
·
mudah dibaca,
·
mudah diketik,
·
mudah diingat,
·
relevan dengan brand.
Hindari penggunaan angka atau tanda yang tidak diperlukan jika
justru membuat nama sulit diingat.
SEO bukan alasan untuk mengorbankan branding.
6. Gunakan URL yang
SEO Friendly
Selain domain, struktur URL setiap halaman juga perlu diperhatikan.
Contoh URL yang sederhana:
domain.com/jasa-pembuatan-website
lebih mudah dipahami dibanding:
domain.com/index.php?id=8372&cat=19
Untuk artikel yang sedang Anda baca, misalnya:
bonestudio.net/cara-membuat-website-seo-friendly
sudah memberikan gambaran mengenai isi halaman.
Knowledge base menyarankan URL yang singkat, deskriptif, mudah
dibaca, serta dapat menggunakan primary keyword secara natural.
Namun jangan membuat URL sangat panjang hanya demi memasukkan banyak
keyword.
7. Buat Website
Mobile-Friendly
Website bisnis tidak boleh hanya terlihat bagus pada laptop.
Pengguna dapat datang dari smartphone dengan ukuran layar yang jauh
lebih kecil.
Karena itu, desain responsif perlu direncanakan sejak awal.
Periksa apakah teks tetap mudah dibaca, tombol mudah ditekan, menu
bekerja dengan baik, gambar menyesuaikan layar, dan formulir dapat digunakan
tanpa kesulitan.
Jangan hanya mengecek homepage.
Uji juga halaman layanan, produk, artikel, kontak, dan landing page.
Jika website memiliki formulir quotation atau checkout, proses
tersebut juga harus nyaman digunakan melalui smartphone.
8. Perhatikan
Kecepatan Website
Desain yang penuh animasi belum tentu memberikan pengalaman terbaik.
Gambar berukuran sangat besar, video yang tidak dioptimalkan, script
berlebihan, dan plugin terlalu banyak dapat membuat website terasa lambat.
Untuk website bisnis, kecepatan penting karena pengunjung ingin
menemukan informasi dengan cepat.
Beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan antara lain
mengoptimalkan ukuran gambar, menghindari plugin yang tidak diperlukan,
menggunakan teknologi gambar yang efisien, memilih hosting sesuai kebutuhan,
serta membatasi script pihak ketiga yang tidak memberikan manfaat signifikan.
Setelah website online, performa halaman dapat diperiksa menggunakan
tools seperti PageSpeed Insights.
Jangan hanya mengejar skor sempurna.
Tujuannya adalah membuat website cepat dan nyaman bagi pengguna
nyata.
9. Pastikan
Website Menggunakan HTTPS
Website bisnis sebaiknya menggunakan HTTPS.
Alamat website akan terlihat seperti:
https://bonestudio.net/
HTTPS membantu mengenkripsi komunikasi antara browser dan server.
Ini penting untuk membangun keamanan dan kepercayaan, terutama jika
website mempunyai formulir, login, transaksi, atau mengumpulkan informasi
pelanggan.
Pastikan versi HTTP diarahkan dengan benar menuju HTTPS agar tidak
muncul beberapa versi website yang tidak diperlukan.
10. Buat
Navigasi yang Mudah Dipahami
Menu website bukan tempat untuk menunjukkan kreativitas secara
berlebihan.
Pengguna seharusnya langsung memahami ke mana mereka harus pergi.
Label seperti:
Layanan
Portofolio
Tentang Kami
Blog
Kontak
lebih mudah dipahami dibanding menggunakan istilah unik yang membuat
pengunjung harus menebak-nebak.
Untuk website bisnis, kejelasan lebih penting daripada istilah yang
terdengar keren.
Navigasi juga perlu konsisten.
Jika pengunjung sedang membaca artikel, mereka tetap harus mudah
menemukan halaman layanan atau kontak ketika tertarik menggunakan jasa.
11. Buat
Konten untuk Manusia, Bukan Sekadar Google
Website SEO friendly tetap membutuhkan konten.
Namun konten tersebut sebaiknya tidak dibuat hanya untuk memasukkan
keyword.
Knowledge base SEO Content Writing Guide menegaskan prinsip user
first, search engines second. Keyword digunakan secara strategis tanpa
mengorbankan keterbacaan dan nilai informasi.
Misalnya Anda ingin menargetkan keyword:
jasa pembuatan website
Tidak perlu menulis:
“Jasa pembuatan website kami merupakan jasa pembuatan website
terbaik untuk Anda yang mencari jasa pembuatan website.”
Kalimat seperti itu tidak natural.
Gunakan variasi yang relevan seperti:
·
pembuatan website bisnis,
·
layanan web development,
·
website perusahaan,
·
pembuatan situs profesional.
Fokuslah menjawab pertanyaan calon pelanggan.
12. Gunakan
Struktur Heading yang Benar
Heading membantu memecah konten menjadi bagian yang lebih mudah
dibaca.
Gunakan H1 sebagai judul utama halaman.
Kemudian H2 untuk pembahasan utama dan H3 untuk subbagian dari H2.
Contohnya:
H1: Jasa Pembuatan Website
H2: Jenis Website yang Kami Kerjakan
H3: Website Company Profile
H3: Website E-commerce
H2: Proses Pembuatan Website
Struktur tersebut lebih jelas daripada memilih heading hanya
berdasarkan ukuran font.
Knowledge base merekomendasikan hierarki heading yang logis dan
tidak melompati struktur tanpa alasan. Heading juga sebaiknya deskriptif serta
dapat menggunakan keyword secara natural ketika relevan.
13.
Optimalkan Title dan Meta Description
Setiap halaman penting sebaiknya memiliki title yang menggambarkan
isi halaman.
Title merupakan salah satu elemen penting untuk membantu mesin
pencari dan pengguna memahami topik halaman.
Primary keyword dapat dimasukkan secara natural, terutama jika
memang mewakili isi halaman.
Meta description memberikan ringkasan singkat mengenai halaman dan
dapat digunakan untuk mendorong pengguna melakukan klik ketika ditampilkan di
hasil pencarian.
Hindari menggunakan title dan description identik pada seluruh
halaman.
Knowledge base merekomendasikan title yang ringkas, unik,
menggambarkan isi halaman, serta menempatkan keyword utama secara natural. Meta
description juga sebaiknya memberikan ringkasan jelas dan menarik bagi
pengguna.
14. Gunakan Internal
Linking
Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain pada
website yang sama.
Contohnya, dalam artikel mengenai SEO Anda membahas pentingnya
website cepat.
Anda dapat memberikan link menuju artikel:
cara meningkatkan kecepatan website
Internal linking membantu pengguna menemukan informasi lanjutan dan
membantu crawler menemukan hubungan antarkonten.
Gunakan anchor text yang menjelaskan halaman tujuan.
Knowledge base menyarankan anchor deskriptif dibanding frasa generik
seperti “klik di sini”.
Untuk website bisnis, internal link juga dapat menghubungkan artikel
informasional menuju halaman layanan ketika konteksnya memang relevan.
15.
Pastikan Mesin Pencari Bisa Mengakses Website
Website yang bagus tidak akan mendapatkan manfaat maksimal dari SEO
jika mesin pencari kesulitan mengakses halaman penting.
Karena itu, sebelum website diluncurkan, periksa apakah ada
pengaturan yang secara tidak sengaja memblokir crawler atau indexing.
Hal ini sering terjadi pada website development.
Selama proses pembuatan, developer mungkin sengaja mencegah staging
website muncul di Google. Masalah terjadi ketika pengaturan tersebut lupa
diubah setelah website resmi diluncurkan.
Pastikan halaman yang ingin mendapatkan traffic organik dapat
ditemukan dan tidak diberi instruksi noindex tanpa alasan.
16. Siapkan XML Sitemap
XML sitemap memberikan daftar URL website yang dapat membantu mesin
pencari menemukan halaman.
Setelah website diluncurkan, sitemap dapat dikirim melalui Google
Search Console.
Pastikan sitemap berisi halaman yang memang ingin Anda indeks.
Tidak perlu memasukkan halaman error, URL redirect, atau halaman
lain yang memang sengaja tidak ditampilkan di pencarian.
Sitemap membantu discovery, tetapi bukan jaminan bahwa setiap
halaman otomatis mendapatkan ranking.
17.
Hubungkan Website dengan Google Search Console
Setelah website online, jangan hanya menunggu traffic.
Hubungkan website dengan Google Search Console.
Tools ini dapat membantu Anda memahami bagaimana Google melihat
website.
Anda dapat menggunakannya untuk memantau performa pencarian, melihat
query yang menghasilkan impression dan klik, mengirim sitemap, serta memeriksa
beberapa masalah indexing.
Data tersebut penting untuk menentukan langkah SEO berikutnya.
Misalnya, sebuah halaman mulai mendapatkan banyak impression tetapi
CTR masih rendah.
Anda dapat mengevaluasi title dan positioning kontennya.
SEO menjadi lebih efektif ketika keputusan dibuat berdasarkan data.
18. Bangun
Blog Berdasarkan Topik Bisnis
Blog dapat membantu website membangun jangkauan keyword yang lebih
luas.
Namun jangan membuat artikel secara acak.
Jika Bone Studio menawarkan jasa pembuatan website, misalnya,
cluster artikel dapat membahas:
·
cara membuat website bisnis,
·
biaya membuat website,
·
website company profile,
·
desain website,
·
SEO website,
·
kecepatan website,
·
landing page,
·
maintenance website.
Topik-topik tersebut masih berada dalam ekosistem yang berhubungan
dengan layanan.
Setiap artikel dapat saling terhubung melalui internal link.
Pendekatan ini jauh lebih terarah dibanding menerbitkan artikel dari
berbagai niche yang tidak memiliki hubungan dengan bisnis.
19. Jangan
Melupakan Halaman Konversi
Traffic bukan tujuan akhir website bisnis.
Website membutuhkan konversi.
Karena itu, setelah seseorang menemukan website melalui Google, buat
langkah berikutnya menjadi jelas.
CTA dapat berupa:
Konsultasikan kebutuhan website
Minta penawaran
Lihat portofolio
Hubungi tim kami
Jadwalkan konsultasi
Tempatkan CTA sesuai perjalanan pengguna.
Artikel informasional tidak harus penuh dengan tombol penjualan.
Namun ketika pembaca sudah memahami masalah dan membutuhkan bantuan
profesional, harus ada jalan yang mudah menuju halaman layanan.
SEO yang menghasilkan traffic tetapi tidak membantu bisnis
mendapatkan pelanggan belum memanfaatkan potensi website secara maksimal.
Checklist
Website SEO Friendly Sebelum Launching
Sebelum website bisnis resmi diluncurkan, lakukan pengecekan
terakhir:
1.
Tujuan website dan target
audiens sudah jelas.
2.
Keyword utama setiap halaman
sudah dipetakan.
3.
Struktur website sederhana dan
logis.
4.
Navigasi mudah digunakan.
5.
URL singkat dan deskriptif.
6.
Website menggunakan HTTPS.
7.
Tampilan mobile sudah diuji.
8.
Gambar dan performa halaman
sudah dioptimalkan.
9.
H1, H2, dan H3 digunakan secara
terstruktur.
10. Title dan meta description halaman penting sudah dibuat.
11. Internal link sudah dipasang secara relevan.
12. Tidak ada halaman penting yang tidak sengaja diblokir.
13. Broken link penting sudah diperiksa.
14. XML sitemap sudah tersedia.
15. Google Search Console sudah disiapkan.
16. CTA halaman bisnis sudah jelas.
Checklist ini tidak berarti SEO website sudah selesai.
Justru setelah website diluncurkan, proses optimasi sebenarnya mulai
menghasilkan data.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Website Bisnis
Kesalahan pertama adalah terlalu fokus pada desain dan baru
memikirkan SEO setelah website selesai.
Kesalahan kedua adalah membuat struktur halaman tanpa riset keyword
dan search intent.
Kesalahan berikutnya adalah mengejar keyword secara berlebihan
sehingga copy website terasa dibuat untuk robot.
Ada pula website yang memiliki desain bagus tetapi lambat, sulit
digunakan di smartphone, atau mempunyai navigasi membingungkan.
Kesalahan lainnya adalah mengubah URL berkali-kali setelah website
online tanpa memahami redirect.
Karena itu, SEO sebaiknya masuk ke tahap perencanaan website, bukan
ditempelkan setelah proyek selesai.
Apakah Website SEO Friendly Langsung Ranking di Google?
Tidak.
Membuat website SEO friendly berarti membangun fondasi yang
mendukung proses optimasi.
Ranking tetap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kualitas dan
relevansi konten, kompetisi keyword, reputasi website, backlink, kualitas
pengalaman pengguna, dan perkembangan website dari waktu ke waktu.
Website baru juga biasanya membutuhkan waktu untuk membangun konten
dan otoritas.
Karena itu, jangan mengukur keberhasilan hanya dari posisi keyword
beberapa hari setelah launching.
Pantau perkembangan impression, klik, halaman yang mendapatkan
traffic, leads, dan konversi.
FAQ Cara Membuat Website SEO Friendly
Apa yang dimaksud website SEO friendly?
Website
SEO friendly adalah website yang mudah digunakan pengguna sekaligus memiliki
struktur, konten, dan fondasi teknis yang membantu mesin pencari menemukan
serta memahami halaman penting.
Apakah membuat website SEO friendly harus bisa coding?
Tidak
selalu. Banyak fondasi SEO dapat direncanakan tanpa coding, seperti struktur
website, riset keyword, URL, konten, heading, dan internal linking. Namun
beberapa optimasi teknis dapat membutuhkan bantuan developer.
Apakah desain website berpengaruh terhadap SEO?
Desain
dapat memengaruhi pengalaman pengguna, navigasi, mobile usability, dan performa
halaman. Karena itu, keputusan desain sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan
estetika.
Kapan SEO sebaiknya mulai dilakukan?
Idealnya
sejak tahap perencanaan website. Dengan begitu, struktur, URL, navigasi,
konten, dan kebutuhan teknis dapat dipersiapkan sebelum website diluncurkan.
Apakah website baru membutuhkan blog?
Tidak
semua bisnis wajib memiliki blog. Namun blog dapat membantu menjangkau
pencarian informasional dan membangun topical coverage jika topiknya relevan
dengan produk atau layanan.
Apakah backlink tetap dibutuhkan?
Backlink
merupakan bagian dari Off-Page SEO dan dapat membantu membangun otoritas serta
discovery. Namun backlink sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti website
yang memiliki struktur dan konten berkualitas.
Cara membuat website yang SEO friendly sebaiknya dimulai bahkan sebelum desain dan development selesai.
Tentukan
tujuan bisnis, pahami calon pelanggan, lakukan riset keyword dan search intent,
kemudian gunakan informasi tersebut untuk membangun struktur website.
Setelah
itu, perhatikan URL, navigasi, mobile usability, kecepatan, HTTPS, struktur
heading, title, meta description, internal linking, crawlability, sitemap, dan
pengukuran melalui Google Search Console.
Namun
jangan melupakan prinsip terpenting:
website
dibuat untuk manusia.
SEO
membantu mesin pencari menemukan dan memahami website, tetapi pengguna yang
pada akhirnya akan membaca konten, mempertimbangkan bisnis, mengisi formulir,
menghubungi perusahaan, atau melakukan pembelian.
Karena
itu, website SEO friendly yang baik bukan website yang paling banyak memasukkan
keyword.
Website
yang baik adalah website yang mudah ditemukan, mudah dipahami, cepat
digunakan, memberikan informasi yang dibutuhkan, dan mengarahkan pengunjung
menuju tindakan berikutnya secara jelas.
Jika
fondasi tersebut sudah dipersiapkan sejak awal, proses pengembangan SEO setelah
website diluncurkan akan menjadi jauh lebih terarah.


No comments:
Post a Comment